KISAH AWAL MULA BURUNG MERPATI SUKA TINGGAL BERSAMA MANUSIA


Dahulu, Nabi Nuh as berlayar dengan kapalnya cukup lama yaitu selama 150 hari. Dalam kitab qishosul Ambiyak karya imam ibnu katsir, Ada banyak sekali peristiwa luar biasa yang terjadi ketika kapal nabi Nuh berlayar. Saat berlayar, hewan-hewan makan dan buang kotoran dikapal juga. 

Ketika kotoran burung bertumpuk banyak, Allah SWT memerintahkan Nabi Nuh untuk mengusap-usap ekor gajah. Kemudian Nabi Nuh mengusap-usap ekor gajah, tidak disangka tiba-tiba muncullah babi jatuh dari ekor gajah tersebut. Kemudian babi itu memakan kotoran-kotoran burung itu.

Selain itu, tikus-tikus sering kali berulah memakan dan menggerogoti kayu kapal. Bahaya sekali apabila kapal sampai berlubang karena nanti bisa menyebabkan kapal tenggelam. 

Alhasil kemudian Allah memerintahkan Nabi Nuh untuk menepuk bagian diantara kedua mata singa. Nabi nuh kemudian menepuk singa itu, Tiba-tiba keluarlah sepasang kucing besar dari hidung singa. 

Kucing-kucing itu kemudian menghampiri tikus-tikus itu. Alhasil tikus-tikus itu ketakutan dan tidak berani melubangi perahu lagi. Sampai sekarang pun kucing dan tikus masih saja terus bermusuhan. Muka kucing juga nggak jauh-jauh berbeda memang dengan singa.

Seluruh permukaan bumi waktu itu rata dengan lautan air. Lalu bagaimana bisa Nabi Nuh tahu kalau seluruh negeri telah tenggelam..? Jadi dahulu nabi Nuh As mengutus seekor burung gagak. 

Kemudian burung gagak itu datang dan menyampaikan info-info terupdate waktu itu. waktu itu burung gagak juga melihat bangka-bangkai manusia dan menghampiri bangkai itu. 

Nabi nuh kemudian mendoakan burung gagak itu agar dia selalu merasa takut. Sebab doa nabi Nuh As inilah hingga saat ini burung gagak tidak suka menghinggapi rumah-rumah orang.

Berbanding terbalik dengan burung gagak, Dahulu nabi nuh juga pernah mengutus Burung merpati untuk mensurvei keadaan seluruh negeri. Kemudian burung merpati itu terbang dan datang dengan membawa daun pohon zaitun  yang ia patok dan mencengkeram buah tin.  

Dari sinilah nabi Nuh mengetahui kalau seluruh negeri semuanya tenggelam. Nabi nuh kemudian mengalungkan sayuran hijau di leher merpati itu dan mendoakanya agar selalu tenang dan aman. 

Karena sebab inilah kemudian Burung merpati menjadi burung yang suka berada di rumah-rumah orang.

Diriwayatkan bahwa dahulu ada delapan puluh orang yang ikut berlayar Bersama Nabi Nuh as di kapal. Mereka berlayar dengan kapal selama 150 hari. 

Kemudian Allah SWT mengarahkan Kapal nabi Nuh itu kearah Kota suci Makkah. Perahu itupun berjalan menuju Makkah dan thowaf/ memutari ka’bah selama  empat puluh hari. 

Setelah sekian lama memutari ka’bah, kemudian Allah SWT mengarahkan perahu itu kearah gunung Judi untuk kemudian berlabuh dan bersandar disana.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel